Sunday, December 26, 2010

Penenang Jiwa...



ini satu kisah..


kisah hati namanya..


Aku masih ingat hari itu..(ok aku tahu,ini ayat cliche nak bukak cerita..)

aku sedang menunggu bas bersama sahabat2 tercinta dengan peuh sabar di bawah terik mentari yang membakar.


dalam pada jasadku cuba bertahan untuk teguh berdiri sambil menampung buku2 di tangan kanan dan juga kiri, otakku ligat menyusun strategi untuk menaiki bas dengan pantas dan efisien, memandangkan begitu ramai penuntut ilmu undang-undang turut menanti bas untuk mengangkut mereka lewat tengah hari itu.





Ku menggerakkan ekor mataku ke kiri..kulihat ramai yang sedang duduk di kerusi uzur yang panjang.


ku toleh pandanganku ke kanan..kulihat lebih ramai lagi yang sabar menanti sambil berdiri bersebelahan mesin gedegang, sama sepertiku.


maka aku membuat konklusi..





AKU HARUS SEGERA!!!!


jika kepantasan dan kecekapan tidak aku gunakan , maka sia-sia sajalah ku pertaruhkan nasibku untuk mendapatkan seat di dalam bus tika itu.





Maka dalam debar yang menggila memukul dada, deruman bas memecah hening suasana.


dan berbondong-bondonglah manusia berlari-lari mendapatkannya.





Aku pun tanpa berlengah terus memecut langkah.!!


segala semangat nenek moyang terasa mengalir dalam jiwa..


aku pun melangkah dan melangkah, sambil pandangan ku tunduk ke bawah, kerana itu azam yang telah ku semat dalam dadaku..walau apapun yang terjadi, akanku ku cuba menjunjung perintah Allah dan Rasul.. menundukkan pandangan, terhadap lelaki ajnabi.kerana yang sedang berasak-asak turun ketika itu adalah para lelaki yang sedang berpeluh-peluhan.. ya,, aku tahu, mereka tidak handsome, tetapi mereka tetap lelaki..maka wajiblah bagiku untuk menghindar, agar syaitan tidak bisa menembusi..





tetapi entah mengapa...






tiba-tiba...






seakan ada suara halus membisik di telinga..






memaksa aku mengalih tunduk pandangku...






dan tatkala aku mengangkat sedikit wajahku memandang ke hadapan...






menjelmalah wajah dia..






sekilas cuma...






namun cukup menenangkan jiwa....






mendamaikan hati...






dan matahari yang terik ketika itu bertukar menjadi salju yang turun tiada henti..damai.tenang.


ohoiii~


"boleh pandang-pandang,

jangan peghang-peghang,

duduk renggang-renggang,

bertambah sayang"


"tanam pinang rapat-rapat,

biar senang puyuh berlari,

kalau kupinang, pinang tak dapat,

kupujuk-pujuk, ku bawa lari"


dan latar tempat pun bertukar...

aku seperti putri Retno Dumilah di Gunung Ledang, dan dia ibarat Laksamana Hang Tuah yang gagah perkasa sedang menawan bumi Melaka..


dan...



Syaitan pun bersorak gembira!!!!!huwarghhhhh!!!!



Maka benarlah firman Allah Yang Maha Agung


"dan katakanlah kepada wanita beriman supaya menjaga pandangan mereka, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya(auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat"


(An-Nur:31)



"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat, dan apa yang terkandung di dalamnya"


(Ghafir : 19)



Astaghfirullah..


banyak la kau punya penenang jiwa..

salju2 tu semua syaitan yang import dari Rusia..

lagu pantun bagai tu,, iblis yang dok gurindam tepi telinga kau..

apadaa~






3 comments:

  1. hehe.penenang jiwa.
    sy pun admire dia:)

    ReplyDelete
  2. tulah pasal.. memang muka ada sense of serenity..mungkin memang rohaninya terjaga.wallahu'alam

    ReplyDelete